Laman

Selasa, 17 Februari 2026

Review J-Movie: Kokuho


 Akhirnya Kokuho masuk ke bioskop di Indonesia minna. Tayang di Jepang pada 6 Juni 2025 dan baru bisa kita tonton reguler di bioskop Indonesia mulai 18 Februari 2026, Sneak Previewnya pada 14 - 17 Februari 2026. Tentu saja, saya kebagian nonton sneak previewnya kebetulan ada di kotaku.

Yo langsung aja kita review filmny yaah. Kokuho adalah film drama sejarah Jepang yang diadaptasi dari novel karya Shuichi Yoshida, berkisah tentang perjalanan hidup Kikuo Tachibana yang dimana seorang anak yakuza yang berambisi jadi aktor Kabuki terkemuka. Film ini meonjolkan dedikasi, persahabatan, pengkhianatan dan konflik batin dalam mencapai gelar tertinggi Kokuho (Kebanggaan Bangsa).

Berlatarbelakang setelah usai Perang Dunia II tepatnya di Nagasaki. Kikuo yang menyaksikan langsung rumah kedua orangtuanya diserang oleh Yakuza sehingga dia diungsikan ke rumah sang guru master bernama Hanai Hanjiro II dan bertemu Mangiku. Disana dia ingin melatih kemampuan kabukinya dan dia pun bertemu dengan anaknya sang guru bernama Shunsuke yang ternyata seumuran.Mereka berlatih dengan keras dan disiplin sehingga pada tahun 1972, untuk pertamakalinya Kikuo dan Shunsuke tampil berdua di acara Kabuki yang bertempat di Maiden Temple dan mendapatkan respon yang luarbiasa dari penonton bahkan media pun menyoroti mereka. Namun konflik pun terjadi ketika sang guru ingin mewariskan gelar Hanjiro III itu bukan ke anaknya melainkan ke Kikuo. Hal itu membuat Shunsuke (Ryusei Yokohama) kecewa sehingga menghilang selama 8 tahun tanpa berkabar ke orangtuanya beserta Kikuo. Hal ini didasari karena Kikuo dan Shunsuke memiliki karakter yang berbeda, Kikuo memang berbakat, berhasrat namun dia tidak memiliki keturunan darah dari aktor pemain Kabuki sehingga karir Kikuo akan cukup sulit. Namun Shunsuke si anak kandung sang guru lebih suka berpesta ketimbang kesenian.



Intinya sih begini ya minna, pengambilan gambar, sinematografinya apik, penampilan Kabuki nya luarbiasa indah sehingga menghipnotis penonton dari musiknya, makeupnya, tariannya, pembacaan puisinya beneran keren banget sehingga ga heran kalo departemen riasnya mendapat nominasi Academy Awards yap secantik itu kok visualnya saya kagum. Sumpah deh Ryo Yoshizawa sebagai Kikuo ini beneran keren banget aktingnya dia beneran kaya pemain Kabuki loh, kebayang ga sih gimana dia latihannya sampe bisa nampilin se epik ituu. Meskipun konfliknya beneran ada pertengkaran, perkelahian, pengkhianatan bahkan untuk tokoh Kikuo sendiri ini ya dia manusia yang beneran manusia tidak hitam ataupun putih, dia menghalalkan berbagai cara agar bisa menjadi aktor Kabuki terbaik sepanjang masa. Kikuo pernah berhubungan dengan wanita dan memiliki seorang anak bernama Ayano. Namun saat mendekati pelantikan penyerahan gelar Hanjiro III, Kikuo mengabaikan anaknya yang memanggil manggilnya di kereta bahkan sampai anaknya dewasa tidak bertemu kembali. Anaknya sendiri bahkan tidak menganggap Kikuo ayahnya (sedih banget). Sedihnya juga berasa saat pelantikan Kikuo menjadi Hanjiro III, sang guru Hanjiro II tibatiba mulutnya keluar darah dan meninggal ditempat dengan kata kata terakhirnya yaitu "Shunsuke". Nah, dari sini konflik baru pun bermunculan kembali yang cukup kompleks juga. Dimulai dari adanya skandal yang beneran mencoreng nama baik Hanjiro III yang membuat dia sejenak rehat sejenak dari kabuki karna harus mempertanggungjawabkan perilakunya itu. Bahkan saat dia berkelahi kembali dengan Shunsuke pun dia ingin seandainya saja dia bisa meminum atau memiliki darah dari keluarga Shunsuke mungkin nasibnya tidak akan seperti ini.

Kikuo sampai harus tampil di tempat makan dan penampilannya itu disukai oleh pelanggan pria namun ketika mengetahui bahwa penarinya itu pria, Kikuo dihajarnya habis habisan. Sampai akhirnya Kikuo merasa depresi dan pergi ke rooftop sambil minum lalu dia tibatiba ketawa sendiri, teriak sendiri, bahkan menari tarian saat dia masih aktif di kabuki. Disini akting Ryo Yoshizawa juga keren, hanya dengan matanya saja bisa nunjukin kalo dia lagi depresi bahkan dengan ekpresi mukanya pun meski ada makeup kabukinya itu nunjukin banget kalo pikiran diatuh lagi acak acakan.



Namun akhirnya apakah Kikuo dan Shunsuke bertemu dan tampil bareng lagi? Jawabannya, iya. Shunsuke yang sempat hiatus dari Kabuki akhirnya kembali ke dunia Kabuki. Disini juga Mangiku  sebagai senior di Kabuki yang memiliki tatapan tajam dan magis (jujur saya takut sih kalo diliatin sama beliau) meminta Kikuo untuk kembali tampil di teater Kabuki.Setelah sekian lama tidak bertemu mereka akhirnya tampil kembali tetapi yang sedihnya adalah Shunsuke mewarisi penyakit yang diderita oleh ayahnya yaitu diabetes dan kakinya harus diamputasi:(

Pada akhirnya mereka berdua ingin menampilkan penampilan Kabuki mereka berjudul "Love Suicide" dimana Shunsuke berperan sebagai wanitanya dan Kikuo sebagai prianya. Meski tergopoh gopoh Shunsuke sempat terjatuh ditengah penampilannya. Namun mereka berhasil mengatasinya dan mampu tampil hingga akhir. 

Ohiya di film ini juga tahun tahunnya cukup banyak timeskipnya juga ya dari 1964 - 1972 - 1980 - 1982 -1986 - 1995 - 2014. Makeup untuk pemeran Kikuo ini juga apik banget karna nunjukin banget perbedaannya apalagi pas di tahun 2014, disitu Kikuo sudah tuaa dan jadi tau juga nih wajah Ryo Yoshizawa kalo udah tua bakal gimana heheheeh. Di 2014 Kikuo ini menampilkan penampilannya yang dimana dia mendapatkan kepuasan sendiri seperti yang dia mau dengan judul Heron Maiden. 


Sang sutradara Lee-Sang il terbaik yaa dalam mengangkat film ini. Sungguh pasti penuh perjuangan agar film ini bisa sesukses ini. Mampu menghipnotis penonton sehingga film ini serasa seperti penampilan Kabuki yang "asli". Apresiasi untuk film ini saya acungi jempol 5 dehh!!!